Tampak bangunan GPDI Ebenhaezer Aketola

Tampak bangunan GPDI Ebenhaezer Aketola

GPDI Jemaat Ebenhaezer Aketola memulai pelayanan pada tahun 2008, dengan menggantikan hamba Tuhan yang meninggalkan pelayanan dengan kondisi jemaat yang kacau balau, dan hanya tertinggal 2 KK ( Kepala Keluarga). Dengan kondisi bangunan gereja yang terbuat dari bambu, atap rumbiah dan masih memakai/ meminjam tanah orang, Puji Tuhan kami beberapa bulan bergumul, jemaat dipulihkan dan kami membangun gereja dari papan dan letak gereja masuk jalan setapak agak jauh dari jalan raya.
Karena kemurahan Tuhan, tahun 2011 doa kami dijawab oleh Tuhan. Kami membeli sebidang tanah dengan luas 15 x 43m2, dngan melewati tantangan dan pergumulan yang luar biasa. dan pada tahun 2013, kamipun melanjutkan pembangunan meskipun dengan tantangan dan pergumulan. Tapi Tuhan tidak tinggal diamuntuk penyelesaian pembangunan gereja kami.
Proses Pengerjaan pemasangan batako pada bangunan gereja, tampak bagian depan

Tampak Bagian samping bangunan gereja


GPDI Jemaat Bukit Zaitun Banuasibohou I awal pelayanan ini dirintis oleh Pdm. Masman Hulu pada tahun 2009, yang akhirnya pada bulan September 2014, dilanjutkan oleh Pdt. Perianto Zamasi yang dipercayakan melayani jiwa – jiwa yang selama ini tidak melayani. Dimana awal pelayanan hanya ada beberapa jiwa lalu bertambah sampai 39 jiwa. Dimana kami hanya beribadah di gedung darurat , yang terbuat dari kayu – kayu. Karena melihat keadaan gedung gereja darurat yang sudah tidak layak pakai karena sebagian kayunya sudah lapuk dan juga antusias jemaat untuk mempunyai rumah ibadah permanen.
Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Ekklesia Cabang Sonhalan Tekes-Oekiu mulai melaksanakan ibadah Minggu pada tanggal 31 Desember 2012, dimulai di sebuah rumah jemaat dengan jiwa 17 orang selama 1 Tahun 9 bulan. Pada bulan Desember tahun 2013, Jemaat bekerja sama membangun gedung ibadah permanen berukuran 7 x 15m, dengan bahan darurat yang tidak bertahan lama, karena tidak menggunakan besi, tapi menggunakan kayu pada tiang. Sehinnga bangunan tersebut tidak dapat bertahan lama, dan tembok bangunan gereja miring.
Pemasangan keramik pada lantai bangunan gereja dalam proses pengerjaan.

Para Jemaat bergotong royong membongkar dinding pada bangunan gereja.

Preoses penggalian disekitar bangunan gereja, untuk pemasangan tiang besi.

Pemasangan atap pada bangunan gereja sudah selesai.

untuk pembangunan selanjutnya, sudah ada bahan bangunan berupa pasir.

Progress bangunan sudah siap dipasang kerangka asbesnya.
