Platfon atap yang sudah jadi

Platfon atap yang sudah jadi

Pengangkutan Papan bangunan untuk bahan bangunan gereja

Jemaat Bukit Zaitun bergotong royong dalam proses pembangunan gereja

Para pekerja, yang sebagian besar juga jemaat Bukit Zaitun, membawa kayu yang akan dipakai untuk pembangunan Gereja, harus melewati hutan dan juga sungai.

Kurang lebih 17 tahun berjalan, GPDI Jemaat Gunung Hermon Desa Bukit Indah SP-6 Apung melaksanakan kegiatan ibadah di rumah pastori. karena kerinduan dari para jemaat maka dibentuklah Panitia pembangunan gereja. Namun karena keterbatasan dana yang kami miliki, kami belum dapat merealisasikan penyelesaian pembangunan gereja. Pada kesempatan ini, kami panitia Pembangunan gereja, dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, jikalau Dia menghendaki, kami berencana untuk melanjutkan pengerjaan pembangunan gereja kami yang sempat terhenti saat ini.
Pada bulan Juli 2012, kami Jemaat GPDI PNIEL Cibarusah menyewa tempat yang sekarang kami pakai untuk beribadah, awal pelayanan ditempat ini, kami memulainya dengan melayani 1 orang, kamipun melayani kebaktian minggu pagi. Pada tahun 2013, Tuhan mulai tambahkan jiwa – jiwa, seiring dengan waktu yang ada. Tempat yang kami pakai/ sewa mulai terasa sempit atau tidak muat lagi. Dan akhirnya kami harus menjual motor yang ada, yang sering kami pakai untuk pelayanan. Hasil dari penjualan itu kami pakai, untuk menyewa tempat untuk beribadah. Akhir tahun 2017, Pemilik tempat kami beribadah menghubungi kami, bahwa tempat yang kami sewa tidak akan diperpanjang lagi. Ditengah keadaan kami yang sangat bingung dan berdoa kepada Tuhan, tepat tanggal 19 November 2017, Tuhan menyatakan mujizat tempat yang berada disamping kami sewa ditawarkan kepada kami, dan akhirynya kami bisa mengambil rumah tersebut.
Oleh karena kemurahan Tuhan Yesus Kristus, yang telah mempercayakan pelayanan ini kepada kami dengan memberikan jiwa – jiwa untuk dilayani mulai dari anak – anak Sekolah Minggu (SM), Pemuda remaja dan Dewasa. GPDI Hosanna Margahurip Indah telah berdiri sejak bula Oktober 2004, dan telah dipercayakan Tuhan bangunan gereja sekaligus pastory yang berdampingan. Mengingat akan jumlah jiwa yang terus bertambah, kapasitas ruangan akan diperluas namun bertahap. Dan ada juga bagian – bagian yang sebelumnya belum terselesaikan dan juga tiang – tiang atap (kuda – kuda) mengalami kerusakan akibat rayap. Maka kami akan melanjutkan renovasi/ membangun gedung tersebut.
Jemaat GPDI shekina Glory yang berada di Desa Bolatena, ingin memiliki sebuah gedung untuk beibadah, untuk sementara ini Jemaat Shekina Glory sudah berupaya dengan membangun pondasi. Mengingat keterlanjutan dari pembangunan tersebut yang masih membutuhkan dana dan biaya, jemaat merasa tidak mampu karena berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Jemaat El Roy Rante Ba’tan dimulai dengan beribadah dibawah kolong rumah. Tetapi seiring dengan pertambahan jiwa baru, maka salah satu jemaat menghibahkan satu kavling tanahnya. Yang kemudian didirikan sebuah bangunan gereja semi permanen yang berukuran 5 x 7m. Tetapi seiring dengan perkembangan jemaat, maka jemaat rindu untuk memperbesar bangunan gereja, dan merindukan untuk punya gedung gereja yang permanen. Kerinduan tersebut ditindaklanjuti dengan membentuk panitia pembangunan. Pembangunan gereja pun terkendala arena keterbatasan dana, dan mengingat semua jemaat adalah petani yang mempunyai penghasilan yang pas-pasan.
Visi GPDI Smirna Ba’Lele adalah Matius 28 : 9, ” pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Merupakan salah satu motivasi atau pelaksanaan firman Tuhan tersebut diatas, adalah dengan menyediakan sarana peribadatan bagi umatNya yang percaya. Pada saat ini GPDI Jemaat Smirna Ba’Lele sedang memprogramkan pembangunan gedung gereja yang baru bersifat permanen. Hal itu tentunya membutuhkan dana yang besar, yang menjadi kendala bagi kami jemaat Smirna Ba’Lele, yang mengalami keterbatasan dana.