Tampak Bagian depan bangunan gereja yang dalam penyelesaian

Tampak Bagian depan bangunan gereja yang dalam penyelesaian

Foto Jemaat GKSI Sitalasari

Tampak bagian depan bangunan Gereja

Tampak Bagian dalam gereja

Tampak Bagian samping bangunan Gereja

GBI Jemaat Sitalasari Pematang siantar memulai pelayanannya sejak tahun 2004 dengan jumlah 6 orang. Dan sekarang, telah memiliki jemaat dengan jumlah 15 KK (Kepala Keluarga) dan remaja atau pemuda ada 11 orang, dan sekolah minggu sebanyak 25 anak. Dengan keseluruhan total 66 jiwa. Kami memiliki tempat ibadah yang kondisinya masih sederhana.
Jemaat Sitalasari menyadari, bahwa untuk melanjutkan pembangunan gereja memerlukan dana yang lumayan jumlahnya. Namun, kemampuan kami terbatas untuk memperoleh dana. Dan sampai saat ini, kami hanya memiliki tempat ibadah yang masih dalam keadaan, dinding yang belum diplester, lantai yang belum dikeramik.
Pembuatan pondasi banguna yang sudah hampir selesai.

Kondisi awal bangunan GPDI Ekklesia Tambun Pulau Talise Manado pada tanggal 6 Februari 2018.
Tampak Bagian dalam gereja,

Bagian Depan gereja

Bagian dalam gereja, ruang ibadah

Pada bulan April 2018, Pembina Yayasan (Pdt. Minarto Jonathan, STh) bersama Tim mengadakan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Barat, untuk meninjau dan membantu penyelesaian pembangunan/renovasi beberapa gereja-gereja di sana.
Video Perjalanan Tim YKATB ke Kalimantan Barat (2018 April)

Pemplesteran bagian tembok pada bangunan gereja

Pemasangan keramik pada lantai bangunan gereja

GKSI Desa Rantau Jaya yang berada di kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada awalnya kami terpanggil untuk melayani mereka yang tidak terjangkau dan belum mengenal Tuhan Yesus Kristus. Dimulai dari pembinaaan anak-anak dan jiwa-jiwa dari rumah ke rumah. Dengan tujuan agar mereka dapat saling mengasihi, dan melakukan kebenaran firman Tuhan. Pelayanan ini sudah berjalan dari bulan April 2011 sampai saat ini, selama 7 Tahun sudah berjalan. Selama ini, tempat yang kami pergunakan untuk Ibadah setiap minggu di rumah Pdt. Andro Bery, karena gereja belum memiliki bangunan. Melihat perkembangan jemaat yang semakin bertambah, maka jemaat membutuhkan gereja, dan memiliki kerinduan untuk memiliki gedung gereja sendiri. Namun, karena ekonomi dari jemaat yang menengah kebawah dan keterbatasan dana, kami pun bergumul dalam hal pembangunan gereja.
9 (Sembilan) tahun yang lalu, GPDI Pematang memulai pelayanan anak – anak disebuah rumah yang dipinjam dari keluarga, tepatnya pada akhir bln Juli 2009. Bulan Agustus , kami meminjam ebuah gedung untuk ibadah umum, Kita melihat ada tanah kosong disampung rumah jemaat, yaitu di. Jalan Tuan Maja Purba dengan ukuran 20 x 20m. Dengan bermodal 7 juta rupiah, kami pun membeli dan membangun gereja tersebut dengan ukuran 7 x 20m. Namun karena kekurangan dana yang kami miliki, bangunan gereja tersebut belum selesai.