Penyelesaian proses pembangunan GSJA Kelawit, Dusun Kelawit, Desa Songga, Kec. Meyuke, Kab. Landak, Kalimantan Barat
Sekali lagi kami selesai dalam membantu penyelesaian pembangunan gereja yang berada dipelosok Kalimantan. Bertujuan untuk memperoleh semakin banyak jiwa yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin mendukung setiap pembangunan gereja dimanapun.
Penyelesaian pembangunan gereja GKTI Beliung, Dusun Sekibul, Desa Anik Dingir, Kec. Meyuke, Kab. Landak, Kalimantan Barat
Proses yang cukup panjang, namun kami yakin dengan selesainya pembangunan gereja ini akan membawa banyak jiwa baru dan semakin memperluas Kerajaan Tuhan.
Kehangatan Natal bagi kami adalah bersama keluarga. Kali ini kami mengunjungi bagian dari keluarga kami. Kami mengunjungi kelompok waria. Keluarga ini kami dapatkan sejak lama, dan di masa pandemi ini pun kami tetap mengingat mereka. Karena tidak ada hal yang indah selama natal selain kehangatan keluarga. Kami ingin membuat mereka juga merasakan perasaan hangat layaknya di dalam satu keluarga.
Tidak banyak yang kami berikan namun mereka begitu antusias dan penuh syukur menyambut kami. Tak ada lagi perbedaan saat kami menjadi keluarga, hanya menghargai setiap pilihan.
Suku, agama, ras tidak menjadikan penghalang bagi kami yang sangat menyenangi kegiatan berbagi. Dimana dan kapan pun jika ada yang membutuhkan bantuan kami akan semampunya untuk meringankan beban mereka.
So, apa kalian masih ragu buat berbagi? Kalau memang tidak memiliki waktu untuk berbagi secara personal kalian bisa menyalurkan bantuan melalui kami.
Kesempatan adalah hal kami sangat syukuri. Terutama kesempatan untuk berbagi dengan saudara kami yang membutuhkan. Terlihat mungkin apa yang kami berikan tidaklah istimewa dimata orang lain. Namun, apakah kalian tahu bahwa kesederhanaan yang kami berikan ditambah dengan ketulusan itu sangat berharga bagi mereka. Senyuman yang terlukis, ucapan terimakasih yang terucap, dan rangkaian doa terbaik bagi kami mereka serukan. Dan menjelang moment Natal ini kami masih bisa berbagi bersama saudara kami perkumpulan ODGJ yang dipimpin oleh Bapak Eben di daerah Rawa Kalong.
Kebahagiaan kecil yang kami bawa membawa sukacita bagi mereka. Hadirnya kami memberi tanda bahwa mereka tidak dikucilkan, ada orang-orang seperti kami yang masih menyayangi mereka dan juga menganggap mereka bagian dari masyarakat. Perlakuan kita kepada mereka akan berdampak pada diri mereka. Bagi mereka yang terbuang dan kehilangan harapan, tindakan kita mampu menumbuhkan sedikit demi sedikit harapan bagi kesembuhan mereka.
Doa yang kita berikan kepada mereka juga menjadi penyemangat mereka untuk semakin mau untuk berjuang demi kesembuhan. Perayaan Natal kali ini sungguh sangat berkesan, karena damai natal di masa pandemi ini membawa sukacita dan kesembuhan bagi kita semua.
Jadi, mari terus bersama mengulurkan tangan kepada keadaan sekitar. Terkadang materi tidak selalu membawa bahagia, namun rasa kekeluargaan yang kita tawarkan akan membawa dampak positif bagi saudara sekitar kita yang membutuhkan.
Berbagi berkat tidak terbatas, kali ini kami bertemu kembali dengan saudara kami para ojek sepeda. Ojek sepeda yang keberadaanya sudah kian tegerus dan tidak lagi seramai dulu. Pandemi membuat mereka kesusahan dalam mencari penghasilan. Sebagian besar hidup mereka bergantung pada penghasilan dari kayuhan sepeda. Saat ini mereka benar-benar butuh kita untuk mengulurkan tangan. Memberi tidak harus mewah, karena apa yang kita berikan dengan ketulusan membawa senyuman mereka kembali ditengah pandemi ini.
Selain sembako kali ini bertepatan dengan momen Natal kami membagikan kaos. Kami berharap semangat Natal yang kami bawa tersalurkan kepada mereka. Kami ingin mereka juga merasakan hangatnya uluran tangan saudara walau kami berbeda suku, agama, maupun ras. Tapi kebersamaan dan rasa kekeluargaan mengalahkan segala perbedaan.
Jadi, ayo berbagi. Kami tidak pernah lelah mengajak kalian semua buat memberikan bantuan melalui kami ataupun kalian lakukan sendiri. Karena apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia.
Berbagi berkat adalah hal sangat menyenangkan karena kami dapat melihat senyuman penuh syukur dan terimakasih dari saudara-saudara kami. Kali ini kami kembali mengunjungi saudara kami yang berada di daerah BKT. Tempat pembuangan sampah yang kumuh jika kita hanya melihat sekilas. Namun jika kalian mau melihat lebih dalam, akan terlihat begitu banyak kehidupan didalamnya. Kehidupan yang bergantung pada tumpukan sampah. Kami merasa jauh lebh beruntung karena rumah yang kami tinggali tidak harus berbagi dengan sampah, lingkungan yang bersih, fasilitas yang lebih memadai. Namun sekali lagi kami belajar bahwa bersyukur itu dalam segala hal. Mereka yang mau berbagi hidup dengan sampah membantu kita agar sampah tidak mengganggu kita, sebaliknya yang dapat kita lakukan bagi mereka adalah berbagi sedikit berkat yang kita punya.
Kami tak pernah lelah mengajak kalian semua untuk mau mengulurkan tangan dan berbagi berkat buat mereka. Karena kita jauh lebih beruntung dibandingkan mereka semua. Senyuman mereka adalah wujud terima kasih mereka atas apa yang kita lakukan buat mereka.
Berbagi dan memberi adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap minggu. Kali ini kami mengunjungi saudara kami yang berada di wilayah Rawasengon, Kelapa Gading. Kedatangan kami kali ini tidak hanya berbagi sembako ataupun kotak nasi, tetapi juga paket bingkisan alat tulis untuk anak-anak. Kami berharap di masa pandemi ini mereka tetap semangat belajar meski beberapa masih melakukan proses pembelajaran secara online.
Senyuman, sapaan, keramahan, dan ucapan terimakasih yang kami terima tidak sebanding dengan kepuasan kami saat binar kebahagiaan dan rasa syukur yang nampak pada ekspresi mereka.
Lingkungan mereka termasuk bersih dan tertata. Kami sudah mendatangi berbagai pemukiman pemulung di Jakarta, menurut kami lingkungan di daerah ini termasuk yang bersih dan rapi. Masyarakat disini sangat ramah dan menerima kami dengan terbuka. Bantuan yang kami berikan mungkin bukan sesuatu yang mewah, namun ketulusan kami mampu membawa senyuman untuk mereka.
Sekali lagi kami mengajak kalian buat berbagi, masih banyak diluar sana saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Masih banyak dari mereka yang tidak seberuntung kita dimasa pandemi ini. Berikan apa yang mampu kita berikan entah itu waktu, tenaga, atau bahkan materi karena apa yang kita berikan tidak pernah berakhir sia-sia.
Kali ini kami akan membagikan beberapa hal yang kami lakukan disana, jika pada part 1 kalian bisa melihat bagaiman medan yang team kami lalui dan juga bagaimana suasana disana. Kali ini kami akan memperlihatkan betapa indahnya keramahan nusantara, senyuman warga sekitar, dan juga pertemuan singkat namun terjalin rasa persaudaraan yang begitu kental. Tujuan kami adalah membantu pembangunan gereja-gereja di pedalaman. Medan yang curam ataupun berat tidak menjadi beban bagi kami karena ada misi yang kami emban. Misi mulia yang bertujuan memperluas Kerajaan Allah.
Kami ingin saudara kita disana juga merasakan bagaimana nyamannya beribadah dengan lingkungan gereja yang bagus, bangunan yang kokoh. Karena beberapa gereja yang kami kunjungi benar-benar perlu uluran tangan kita untuk membangun. Buat apa ragu membantu mereka jika kita mampu. Bagi kalian yang kesulitan untuk terjun langsung ke lokasi dapat mempercayakan kepada kami dan team YKATB untuk menyalurkan bantuan.
Mereka dipedalaman yang belum terjamah dunia modern maupun masyarakat daerah yang belum merasakan apa itu modernisasi kita wajib mengulurkan tangan. Jangan pura-pura buta ataupun tuli. Tidak hanya kita yang tinggal dikota yang layak akan teknologi modern tetapi mereka juga layak mendapat hal yang sama. Usia, waktu, biaya, atau alasan apapun yang muncul dalam pikrian kita saat ingin membantu sebaiknya lupakan. Karena memberi uluran bantuan ada banyak cara. Yang paling penting apa yang kita peroleh setelah melakukan kebaikan akan sepadan dengan apa yang kita korbankan.
Hai, kami team Baksos YKATB kembali berbagi kasih bagi saudara kami para pemulung. Kali ini mereka yang berada di daerah Harapan Indah. Kalian harus tau kalau medan yang kami lalui mungkin tidak terlalu ekstrem namun suasana disana sungguh menantang. Lokasi yang terpencil, suasana kebun, dan juga serangan nyamuk yang begitu ganas. Kami datang dengan sukacita terlebih saat kami sampai disana dan disambut dengan keramahan warga sekitar dan kami kembali dengan rasa syukur karena apa yang kami berikan nyatanya membantu mereka.
Berbagi nasi kotak dan juga sembako, walau terlihat sederhana namun benar-benar meringankan beban saudara kami disana. Meski badan bentol-bentol dan gatal diseluruh badan menurut kami itu sepadan dengan rasa terimakasih dan senyuman mereka.
Jangan gunakan pikiran untuk mencari alasan mengapa harus berbagi, tetapi gunakan hati untuk melihat dan bertindak. Jika bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka. Tidak perlu berharap apa yang kita berikan mendapat pujian, karena nyatanya ucapan terimakasih yang tulus dari mereka serta senyuman mereka jauh lebih berharga dari semua pujian yang ada.
Kami tidak pernah bosan untuk berbagi, sesulit maupun sekotor apapun lokasi yang kami tuju. Karena tujuan kami adalah untuk meringankan beban saudara-saudara kami yang membutuhkan. Kali ini tujuan kami bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak pemulung yang ada di lokasi ini. Bantuan yang kami berikan walaupun tidak banyak namun itu mampu menambah semangat mereka untuk terus belajar. Kami ingin mereka terus mempunyai mimpi untuk masa depan mereka.
Tantangan medan yang kami lalui untuk menuju ke lokasi walaupun terasa cukup sulit, namun sekali lagi kami katakan bahwa sambutan penuh senyuman yang kami terima menjadi semangat kami untuk terus berbagi kasih. Bahkan disaat terakhir kami hendak meninggalkan lokasi ada seorang adik kecil yang menangis. Keakraban yang terbentuk hanya dengan pertemuan singkat, jalinan persaudaraan yang akan terus ada hingga mungkin nanti menjadi cerita untuk anak cucu kami.
Jadi, berbagi kasih itu tidak harus menunggu kita menjadi kaya. Namun lakukan dengan kesungguhan hati, melalui pemberian yang sederhana justru akan terlihat kepedulian yang sesungguhnya.