Tampak bagian depan bangunan sudah diplester.


Tampak bagian teras bangunan gereja

Tampak bagian dalam ruangan gereja, pemasangan seng pada atap bangunan dalam proses pengerjaan.

Tampak bagian depan bangunan sudah diplester.


Tampak bagian teras bangunan gereja

Tampak bagian dalam ruangan gereja, pemasangan seng pada atap bangunan dalam proses pengerjaan.

Tampak Bagian depan bangunan gereja masih dalam proses pengerjaan. bahan untuk plafon menggunakan kayu usuk untuk rangkanya.


Plesteran pada lantai bangunan gereja sudah selesai. Tampak bagian dalam ruangan gereja.

Tampak bagian dinding ruangan dalam gereja juga sudah selesai diplester.



Plester bagian dalam ruangan pada lantai sudah selesai.



Pemasangan Batako pada tembok bangunan gereja masih dalam proses pengerjaan.



Tampak Bagian depan bangunan gereja


Tampak Bagian dalam ruangan gereja

Bangunan gereja sudah dipakai untuk perayaan natal Sekolah Minggu GBI Pematang.


Pemasangan kerangka besi pada pondasi bangunan.



GBI Pematang Siantar berdiri pada tahun 1970, yang diadakan di rumah gubuk milik mertua (Bpk. Mahadin Simatupang) dari Bpk. Kepas Sihombing sebagai gembala. Pada tahun 1973, jiwa – jiwa disekitar banyak yang bertobat, lalu menjadi rumah ibadah pada hari minggu, dan menjadi milik GBI setempat. Tahun 1975, kami dihibahkan satu rumah tua dari perkebunan. Yang kemudian dibenahi menjadi gedung gereja.
Tahap Pengecatan pada bagian luar bangunan gereja sudah selesai.


Pada awalnya, pelayanan ini dibuka sejak tahun 2009, dengan melayani 2 Keluarga jemaat. Pada waktu itu, kegiatan dilakukan masih berupa persekutuan doa dimalam hari, satu hingga 2 kali dalam 1 minggu. Melihat pekerjaan Tuhan yang berkarya di desa ini, maka pelayanan ibadah minggu diadakan sejak tahun 2011. Dengan jumalah jemaat sebanyak 15 jiwa Desawa, 12 Jiwa Pemuda, dan 25 anak Sekolah Minggu. Tempat ibadah yang kami pakai untuk mengontrak satu rumah tua/ papan dengan ukuran 4 x 8 m.
Dengan Pertolongan Tuhan, jumlah jemaat kami bertambah walaupun ada yang pindah dengan alasan gereja belum ada, dengan dorongan itu kami terus berdoa untuk memiliki gedung gereja yang permanen. Sehingga Bulan Oktober tahun 2017, kami dapat memiliki lahan atau sebidang tanah dengan ukuran 7 x 17 m, yang diberikan oleh seseorang yang tergerak untuk pekerjaan Tuhan.
Dengan Antusias dan penuh sukacita mendapat sebidang tanah, maka kami dan seluruh jemaat dengan segera merencanakan pembangunan Gedung gereja walaupun kondisi ekonomi jemaat tidak memadai. Pada tanggal 21 November 2017, kami sudah mengadakan peletakan batu pertama tanda memulai pemangunan Rumah Tuhan. Dan kondisi sekarang sudah dibuat pondasi, namun pembangunan berhenti karena dana yang belum ada.